Namanya Taufik Hidayah, biasa dipanggil Taufik. Ayahnya bernama Anwar dan Ibunya bernama Junaidah. Ia merupakan anak ke 5 dari 5 bersaudara, 2 orang laki-laki dan 3 perempuan . Ia lahir disebuah desa kecil yang bernama desa Sungai Burung pada tanggal 14 juni 2002. Ia dibesarkan oleh kedua orang tua nya disana tepatnya di Kecamatan Segedong Kabupaten Mempawah. Abang nya yang pertama bernama Gusti Randa yang sekarang berkerja di PDAM Mempawah, kakak kedua nya bernama Fitriani yang profesinya sebagai pegawai swasta, kakak ketiga nya bernama lia tri anggraini yang profesinya sebagai ibu rumah tangga, dan kakak nya ke 4 yang bernama LIli oktavianai yang sekarang masih kuliah di salah satu universitas Negeri dipontianak.
Ia dilahirkan dari keluarga yang sederhana, ayah nya hanyalah seorang pedagang obat yang berkerja semenjak ia kecil dan sampai sekarang masih melakukn pekerjaan itu sedangkan ibu nya seorang ibu rumah tangga, walaupun mereka hidup sederhana tapi mareka tetap hidup bahagia. Kedua orang tua nya mendidik mereka dengan sangat baik dan Alhamdulillah kakak-kakak nya sukses semua dalam belajar menjadi seorang sarjana meskipun abng nya hanya sampai SMA karena itu kemauanya sendiri.
Ia memasuki sekolah dasar pada saat umur saya 6 tahun pada saat itu tahun 2008 disalah satu sekolah dasar negeri yang bernama SDN 1 Segedong, enam tahun ia disana mulai dari sering diantar dan ditunggui oleh ibu nya sampai ia bisa sendiri untuk berangkat sekolah sendiri, selama di SD ia tidak pernah masuk 3 besar hanya biasa cuman 5 besar dikarenakan semasa ia SD kurang untuk belajar . Saat ia beranjak di kelas 4 SD ia sangat suka mengikuti kegiatan pramuka di sekolah, ia sering juga mengikuti lomba pramuka di tingkat kecamatan maupun kabuapaten dan alhamduliah selalu mendaptkan juara. Semenjak itu ia sanggat gemar mengikuti pramuka karena di pramuka ia bisa banyak mendapatkan pengalaman dan banyak teman.
Saat ia naik kelas 6 aktifitas kegiatan pramuka saya dihentikan oleh guru nya dikarenan harus fokus untuk mengikuti Ujian Nasional, dan semenjak itu ia pun fokus untuk menghadapi ujian. Ia pun mempersiapkan diri untuk mengikuti ujian dengan cara belajar dan mengerjakan soal-soal ujian yang lalu dan hasilnya pun sangat memuaskan nya dan ia masuk peringkat ke-5 nilai ujian tertinggi disekolah.
Setelah ia lulus Sekolah Dasar ia pun melanjutkan ke Sekolah Menegah Pertama (smp) pada tahun yang berbeda dari yang tadinya 6 tahun menggunakan seragam putih merah seperti bendera berjalan dan sekarang hanya 3 tahun dan menggunkan seragam yang berbeda yaitu putih biru.
Pada tanggal 14 juli 2014, adalah hari pertama ia masuk SMP, Pada saat itu ia harus mengikuti MOS, ketika mos ia disuruh menggunakan topi koboy, kalung bawang, kacamata dari kawat, tompel, dan menggunakan pelepah kelapa dipinggang. Pada saat itu ia merasa menjadi seperti orang gila, walaupun seperti orang gila tetapi kegitan mos tersebut sangat asik karena ia diajarkan baris berbaris, diperkenalkan tentang wiyatamandala, aturan aturan, dan organisasi - organisasi lainya. Setelah mos berakhir barulah dibagi kelas dan ia memasuki kelas 7B saat itu ia sangat merasa kesal karena teman-teman yang ia kenal masuk ke kelas 7A, tetapi setelah ia mengenal teman sekelas nya ternyata mereka sangat asik saat di dalam kelas.
Saat ia kelas 7 ia sudah mengikuti organisai-organisasi yaitu pramuka, marcing band, dan osis pada saat itu ia ditunjuk oleh Pembina osis untuk ikut mencalonkan diri sebagai wakil ketua osis. Pada saat itu ia sangat terkejut karena tiba-tiba dipanggil ke ruang osis, saat itu ia dipasangkan dengan kakak kelas yaitu Bela jurmasela sebagai ketua dan ia wakil karena ia masih kelas 7 jadi belum bisa langsung menjadi ketua. Saat itu juga mereka mempersiapakan visi misi mereka serta moto mereka yaitu ” Amnah dalam melangkah dan jujur dalam perbuatan”. Namun pas saat pemilihan mereka pun tidak terpilih menjadi ketua dan wakil osis karena kalah 3 suara saja. Meskipun mereka tidak terpilih menjadi wakil ketua osis tetapi mereka tetap menjedai anggota osis pada saat itu.
Ia juga mengikuti pramuka saat saya masih kelas 7, ia pun mendaftarkan diri untuk bergabung ke tim inti pramuka tersebut, untuk masuk ke tim inti tersebut sangatlah tidak mudah banyak syarat-syaratyang harus dilakukan tetapi walaupun syaratnya tidak mudah ia bisa masuk ke tim inti tersebut karena ia sudah mempunyai bekal dari saat ia masih sd dan ia pun sering dpilih untuk mengikuti lomba pramuka, selain pramuka ia juga mengikuti marcing band didalam kelompok marcing band ia bermain alat music tenor dan grup marcing band mareka sering diundang untuk mengisi acara hajatan.
Meskipun ia banyak mengikuti kegiatan alhamdulila pelajaran nya tidak terganggu dan ia pun mendapatkan peringkat ke-2 pada saat semester 1 kelas 7 dan semester 2 nya pun ia mendapatkan peringkat ke-2 juga yang mana nilai rata-ratanya sama dengan nilai yang peringkat 1. Ia sanggat tidak menyangka kalau bisa masuk ke 3 besar padahal dikelas nya banyak yang pintar dan ia semasa SD tidak pernah masuk 3 besar .
Setelah itu ia pun naik ke kelas 8, saat ia duduk dikelas 8 ia ditunjuk lagi oleh Pembina osis agar mencalonkan diri nya menjadi ketua osis dan ia pun mecalonkan diri menjadi ketua osis dan wakil nya teman dia yang bernama Gladis Raspidasari saat waktu pemlihan itu ia pun kalah suara lagi dengan teman nya dan akhirnya ia menjabat sebagai seketaris osis.
Tidak hanya menjadi seketaris osis ia pun juga mencalonkan diri sebagai pratama. Pratama itu sendiri adalah ketua organisasi pramuka dan ia pun terpilih menjadi pratama putra di gudep nya, dimasa ini ia sangat sibuk dengan kedua organisasi tersebut, meskipun ia sangat sibuk nilai nya tidak turun hanya tetapi peringkat nya saja yang turun yang dulunya peringkat ke-2 sekarang menjadi peringkat ke-3. Ia disekolah sering dikirim oleh pihak sekolah untuk mewakili sekolah untuk megikuti kegiatan diluar seperti kegiatan jurnalis, pengarahan tentang narkoba, pelatihan kepemimpinan dan banyak lagi.
Saat ia naik ke kelas 9 ia sangat fokus untuk mempersiapkan diri untuk mengikuti ujian, semua organisasi dan kegiatan pun ia hentikan agar ia bisa fokus untuk mendapatkan nilai ujian yang baik supaya ia bisa masuk ke SMA yang ia inginkan, dan alhamdulilah usaha nya pun tidak sia-sia, ia bisa mendapatkan peringkat ke-1 dikelas nya dan nilai ujian tertinggi ke-2 dari semua kelas. Ia pun sangatlah merasa senang karena doa dan usaha nya tidak sia-sia.
Pada saat ia ingin masuk SMA lumayan sulit untuk bisa masuk kesekolah yang ia inginkan dikarenakan pada tahun ia itu melakukan system zonasi dan jarak rumah nya kesekolah yang ia inginkan tersebut sangatlah jauh oleh karena itu ia mendaftar dua sekolah sekaligus yaitu SMAN 1 SIANTAN sekolah yang ia inginkan tersebut dan SMAN 1 SEGEDONG yang jaraknya dekat dari rumah dia, dan ia pun diterima oleh kedua sekolah tersebut meskipun di sekolah yang ia ingin kan menggunakan system zonasi tapi ia tetap bisa masuk karena nim nya tinggi jadi bisa masuk kesekolah tersebut.
Pada awal masuk ke sma ia masuk kejurusan ipa, saat itu ia tidak yakin untuk masuk kejurusan ipa karena pelajaranya lebih berat dari pada jurusan ips dan ia pun berniat untuk pindah ke jurusan ips tapi hal itu tidak terjadi kerana ia di beri saran dari guru dan teman agar tidak pindah jurusan dan ia pun menerima saranya agar tetap masuk kejurusan ipa dan alhamdulilah ia pun bisa menghadapi pelajaran-pelajarannya. Ia sangat beruntung bisa masuk kejurusan ipa karena ia jadi bisa berteman dengan teman yang cukup pintar dan ia banyak belajar sama teman –teman nya dan alhamdulilah ia selalu masuk sepuluh besar di kelas.
Di masa sma ini ia banyak pengalaman yang dapat ia pelajari salah satunya saat ia di kelas 12 ia mendapatkan kasus yaitu penyebaran hoax, saat itu ia cuman iseng untuk membuat berita libur tentang kabut asap ke grup whatsapp ke kelas dan berita tersebut tersebar keseluruh kelas dan ia pun dicari sama kepsek siapa yang menyebarkan berita tersebut dan ia pun memberanikan diri untuk pergi kerungan kepsek tersebut dan mengaku serta meminta maaf atas perbuatan nya. Saat itu kepsek nya memanggil orang tua nya dan polisi untuk menindak perbuatan salah nya, untungnya ia tidak dibawa kekantor polisi hanya Cuma ia di skor selama satu minggu di ruang BK, Banyak guru dan teman-teman nya yang menyemangati nya saat ia diskor ia pun merasa terharu karena banyak yang peduli kepada dirinya dan ia pun menjadikan pengalaman ini untuk pembelajaran bagi dirinya supaya tidak menyebar berita dengan sembarangan.
Di sisa masa akhir nya di sma banyak kenangan yang tidak enak karena angkatan mereka merupakan angkatan corona, angkatan yang tidak mengikuti ujian nasiaonal meskipun saat itu tengah melaksankan ujian sekolah dan harus berhenti untuk tidak melanjutkan ujian tersebut karena pandemi ini. Tidak hanya tidak mengikuti ujian nasional mereka pun tidak ada perpisahan bersama teman-taman seperjuangan padahal perpisahan mereka sudah dirancang sedemikian mungkin dan sudah membayar uang gedung bahkan kelas ia sudah membuat baju perpisahan tapi ternyata semuanya tidak terlesanakan akibat pandemic ini, mereka pun sangat merasah sedih karena sudah merancang dengan sedemikian mungkin tetapi akhirnya hal yang mereka rancang itu tidak jadi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar